Peta Marketing PRO mengubah alokasi budget iklan dari tebakan menjadi perhitungan. Simulasikan setiap saluran, dapatkan rekomendasi AI, dan pastikan setiap rupiah bekerja lebih keras untuk ROI Anda.

Peta Marketing PRO adalah software analisis dan perencanaan pemasaran digital yang membaca data kampanye Anda, memetakan performa tiap saluran media, lalu menyusun rekomendasi alokasi anggaran yang paling efisien secara otomatis.
Tidak perlu lagi menebak-nebak channel mana yang layak ditambah budgetnya. Cukup input data kampanye, dan biarkan sistem menghitungnya untuk Anda.

Setiap bulan uang tetap keluar, laporan tetap dibuat, tapi satu pertanyaan besar jarang benar-benar terjawab: apakah alokasi ini sudah paling optimal, atau hanya kebiasaan?
Alokasi antar saluran sering ditentukan dari perasaan atau kebiasaan tahun lalu, bukan dari performa aktual tiap channel.
Baru ketahuan hasilnya di akhir bulan, saat anggaran sudah habis dan kesempatan memperbaiki sudah lewat.
Data performa berserakan di berbagai file, menyulitkan pengambilan keputusan cepat dan presentasi ke atasan atau klien.
Bukan sekadar dashboard laporan. Peta Marketing PRO adalah asisten alokasi budget bertenaga AI yang membaca performa kampanye Anda dan menunjukkan persis di mana rupiah berikutnya sebaiknya dibelanjakan.
Seorang manajer pemasaran memasukkan daftar kampanye aktif beserta total budget bulanan ke dalam dashboard, misalnya kampanye promo akhir tahun senilai Rp45.000.000.
Peta Marketing menganalisis realisasi pengeluaran versus pendapatan kotor yang dihasilkan, lalu menghitung kinerja ROI secara real-time, tanpa perlu rumus manual di spreadsheet.
Ketika satu saluran menunjukkan ROI di atas rata-rata, sistem menyarankan pergeseran sebagian budget dari saluran yang lemah, sebelum bujet bulan berikutnya terlanjur ditetapkan.
Hasil analisis diunduh sebagai laporan Excel profesional, siap dipresentasikan ke atasan, tim, atau klien dalam hitungan menit.
Bertanggung jawab langsung atas alokasi budget iklan lintas saluran dan ingin setiap keputusan berbasis data, bukan asumsi.
Lelah menyusun laporan performa manual di spreadsheet setiap akhir bulan hanya untuk tahu channel mana yang untung.
Ingin punya bukti dan data konkret saat mempresentasikan strategi budget ke atasan, tim, atau klien.